Arsip untuk Juli, 2009

Noe Letto “Soundwave: Titik Nadir Kreatifitas”

Soundwafe: Titik Nadir Kreatifitas Oleh: Sabrang Mowo Damar Panuluh Beberapa waktu lalu, sebelum menulis artikel ini, saya sempat bertanya pada salah satu dari Rolling Stone, “Apa boleh kalau saya nulis kata ‘fuck’ di majalah ini?” Mulut saya tanpa sadar juga tersenyum lebar sambil mata menerawang membayangkan hal-hal yang bisa dituangkan dalam tulisan dalam merangkai makna [...]

Emha: Musik Dan Jagat Politik Republik 2009

Musik Dan Jagat Politik Republik 2009 Kolom: Emha Ainun Nadjib DATANG pertanyaan kepada saya “apakah musik berperan dalam pemilu 2009?”, saya menjawab, “Ia bukan hanya berperan. Ia memberi watak kepada perilaku politik, memberi nuansa kepada alun iramanya, menginspirasikan koreografi dan orkestrasi demokrasi, musik memimpin gegap gempita jagat perpolitikan Indonesia 2009. Mestinya begitu. Ia sangat potensial [...]

Gontor Itu Indah

Kolom: Emha Ainun Nadjib ADA alasan kuat yang membuat saya tak dituduh “memuji-muji dan membangga-banggakan Gontor karena memang bekas almamaternya”. Pada awal 1968, pasca-”revolusi lokal” yang gagal, saya mathrud alias diusir atawa dipecat dari pondok modern itu. Ketika itu berlangsung semacam martial law. Hukum darurat. Gara-gara memprotes ketidakadilan Qismul Amn, semacam kopkamtib. Pak “pangkopkamtib” mengadili [...]

Kubangan Sop Bebek

Kisah: KangMunzir Saya punya kawan kampung, namanya Sahlan. Namanya berbau arab, tapi asli ndeso. Tindakannya sering kurang dipahami orang sekampung, seringkali absurd. Suatu hari Sahlan sedang main di pinggiran ladang, entah mencari apa. Ada beberapa ekor bebek sedang mencari ikan di kubangan sawah, memang agak dalam jadi menyerupai danau. Jernih airnya. Dalam benak Sahlan, bebek-bebek [...]

Sabrang Yang Dingin

Catatan: KangMunzir DINGIN. Kesan pertama saya terhadap anak semata wayang Emha Ainun Nadjib; Sabrang Mowo Damar Panuluh. Kala itu, ia masih kecil. Seumuran anak SD. Ia tinggal di Metro, Lampung, bersama ibunya, Neneng Suryaningsih. Jika libur sekolah tiba, ia bersama ayahnya menghabiskan waktu di Yogyakarta. Karena saya sendiri ikut tinggal di rumah ayahnya, sudah barang [...]

Demokrasi La Raiba Fih

resensi buku: Demokrasi itu harga mati. Demokrasi itu kebenaran sejati. Demokrasi itu La roiba fih, tak ada keraguan padanya. Demokrasi itu bak “perawan” yang merdeka dan memerdekakan. Watak utama demokrasi adalah “mempersilahkan”. Tidak punya konsep menolak, menyingkirkan atau membuang. Semua mahluk penghuni kehidupan berhak hidup bersama “si perawan” yang bernama demokrasi, bahkan berhak memperkosanya; yang [...]

Inilah Lagu Iblis Letto

Catatan: KangMunzir Apa sih lagu religius itu? Ada kesalahan fatal masyarakat kita, khususnya kalangan industri; baik pencipta lagu, penyanyi dan label; dalam hal memahami lagu religius. Mereka beranggapan bahwa lagu religius (ada yang menyebut istilah ‘lagu rohani’) adalah jenis aliran musik tertentu –berbau musik arab, melayu, padang pasir atau gospel—dengan lirik yang menyebut nama Tuhan, [...]

Yaxshimusiz, ismiqiz nime…?

Catatan: KangMunzir “Yaxshimusiz, ismiqiz nime…?” Agak terbata-bata mengejanya. Kita berada di belahan dunia lain, sangat jauh, tuturan kalimat tersebut sangat asing. Sekilas mirip bahasa Turki. Atau China? Bukan. Kalimat yang artinya “Apa kabar, siapakah namamu?” biasa diucapkan oleh orang-orang Uighur, untuk orang yang baru dikenalnya. “Uighur” tiba-tiba menjadi sangat akrab. Etnis Uighur sejak lama tinggal [...]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.