TidakLucu
Maunya Humor:
Serdadu AS, Inggris, Rusia dan Indonesia
Sumber: Nyomot Sanasini
DI MALAM yang dingin (busyet, kayak potongan lagu jadul), empat serdadu dari negeri-negeri yang bersahabat bertemu di warung kopi remang-remang pinggiran kali Ciliwung. (Jelas ini fiktif, ngapain, mosok di pinggiran kali). Ketemunya tidak sengaja. Ini jamak, orang satu profesi bertemu di ‘belanga,’ pasti saling unjuk kemampuan, minimal cerita keunggulan dan kehebatan pasukan negerinya masing-masing.
Rupanya serdadu-serdadu nyasar ini dijamu sama pemilik warung dengan minuman khas Betawi, bir pletok. Minuman tradisional ini enak rasanya, mirip bandrek, tidak memabukkan. Cuma namanya saja bir. Kayaknya, dulu, semacam ‘olok-olok’ terhadap kompeni yang suka minum bir. Tapi, kelihatannya pada teler nih, kan aneh. Mungkin saja ngantuk, atau apalah. Hampir satu panci bir pletok habis diminum empat serdadu. Mereka ngomong ngawur, penuh gelak tawa.

kartun serdadu AS
- Serdadu AS: “Siapapun tahu pasukan AS paling unggul, rudal kami bisa pas menembak seekor bebek dari jarak 1000 kilometer, kira-kira dari Jakarta ke Jawa Tengah-lah. Jangan khawatir, pasti tepat sasaran….!”
- Serdadu Rusia langsung menyambar: “Alah…., pasti meleset itu. Rudal Rusia bisa ditembakkan dari Moscow sampai ke samudera Indonesia, dan menembak seekor ikan bawal yang sedang berenang tepat diperutnya!”
- Serdadu Inggris pasti punya cerita lain: “Tidak kagumlah, hahahaha…..! Negeri kami sedang mengembangkan rudal type terbaru, jika di ledakkan di samudera Pasifik, orang-orang Israel terbirit-birit mendengar gelegar suaranya, dikiranya ada perlawanan lagi dari HAMAS….!!!”
- Serdadu Indonesia, yang terlalu banyak minum bir pletok menimpali: “Kami jelas beda, itu semua ‘cemen’ tidak ada apa-apanya. Rudal cukup disimpan di gudang. Di Tebet sana, ada Gudang Peluru. Kami cukup pergi ke pasar, tentu saja dengan seragam. Pulangnya sudah dapat bebek, ikan bawal. Anehnya, orang-orang pasar pada lari terbirit-birit.”
Semua tertawa terbahak-bahak. Jangan pertanyakan dengan bahasa apa mereka berkomunikasi, bisa jadi pakai bahasa Betawi atau Madura. []
____________
Jelas ini fiktif, dari berbagai sumber. Mohon maaf, sekedar guyonan. Tidak ada maksud apa-apa, apalagi memojokkan salahsatu profesi. Peristiwa seperti ini bisa terjadi pada profesi apapun.
8 tanggapan kepada “TidakLucu”
athar
Juli 27th, 2009 pada 02:09
hahahaha…
baru denger yg versi ini,
suwun, kang munz
pedagang pasar
Juli 27th, 2009 pada 04:36
dengan berbagai editan, tentu saja. versi saya…!! suwun juga kang..
Rachmat Arumbinang
Juli 27th, 2009 pada 06:04
bisa sebagai bahan lawakan tujuh belasan di pentas seni kampungku nanti pak….bolehkan???
tjontong
Juli 27th, 2009 pada 14:48
yo, pak mat!
ninknonk
Agustus 9th, 2009 pada 10:43
wakakkakaa……. ini mah lucu pak bib !!
maap.. baru sempet jenguk tjontong ini..
christina sari
September 14th, 2009 pada 03:58
wahaha asem kecut tenan,ak rak ngerti bir pletok
islamarket.net
Desember 24th, 2009 pada 02:54
koq saya tidak ketawa? lucunya di mana ya?
tjontong
Desember 24th, 2009 pada 13:36
islamarket.net. (namanya siapa bung/mbak?). saya sendiri munzir madjid.
makanya saya kasih judul ‘tidaklucu.’ maunya humor. ceroboh saya, kalo bilang ini lucu… apalagi ngaku-ngaku humor. bahkan saya-pun zalim, sebagaimana Nabi Ayub merintih dalam perut ikan, inni kuntu minadh-dhalimin…