Kubangan Sop Bebek

Kisah: KangMunzir

sop bebek

sop bebek

Saya punya kawan kampung, namanya Sahlan. Namanya berbau arab, tapi asli ndeso. Tindakannya sering kurang dipahami orang sekampung, seringkali absurd.

Suatu hari Sahlan sedang main di pinggiran ladang, entah mencari apa. Ada beberapa ekor bebek sedang mencari ikan di kubangan sawah, memang agak dalam jadi menyerupai danau. Jernih airnya. Dalam benak Sahlan, bebek-bebek ranum ini kelihatannya lezat jika dijadikan masakan. Kwe-kwek. Hewan serumpun dengan burung ini berenang kian kemari. Bersenang-senang. Secara hati-hati, berjalan perlahan, Sahlan mencoba menangkapnya. Satu ekor cukup, pikirnya. Sahlan kurang ahli, ia bukan pangon bebek. Berlarianlah kesana-kemari. Tak satupun bebek ranum itu tertangkap.

Beberapa orang yang lalu lalang memperhatikan dengan diam. Tapi dengan senyum tertahan. Tiada yang berkomentar. Bebek-bebek itu tak bertuan, jadi tidak ada yang protes.

Adegan berikutnya, Sahlan membuka rantang dalam tas kain lusuhnya. Tepatnya bukan tas. Tapi sarung yang diikat sedemikian rupa sehingga menyerupai tas dan bisa dicangklong. Dengan tangannya ambil air kubangan secukupnya dan dimasukkan dalam rantang nasi. Orang-orang terheran-heran dan ada yang bertanya. Gerangan apa yang ia lakukan.

“Saya sedang menikmati sop bebek,” jawabnya acuh tak acuh.

Hah….! []

________

*)Cerita ini fiktif, dari berbagai sumber dan diolah sesuai kebutuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s