Teater Kehidupan

Catatan Miring: Kang Munzir

[ D U A ]

Gelanggang Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Jogjakarta, adalah sebuah ruang cukup luas yang multi fungsi. Biasanya untuk arena olah raga: basket, badminton atau latihan bela diri. Tahun-tahun 70-80an di sekitar kampus belum ada masjid, maka oleh mahasiswa difungsikan juga sebagai tempat kegiatan keagamaan. Setiap hari Jumat atau sepanjang ramadhan berubah menjadi mesjid, yang diorganisir oleh semacam lembaga kemahasiswaan Shalahuddin. Boleh disebut, Ismail Yusanto (kini jubir Hizbut Tahrir Indonesia) adalah aktivis Jamaah Shalahuddin Universitas Gadjah Mada.

Ramadhan pertengahan 80an Jamaah Shalahuddin mengadakan kegiatan Pesantren Seni yang melibatkan Emha Ainun Nadjib dan Agung Waskito untuk memberikan workshop teater. Dari Pesantren Seni ini lahir Sanggar Shalahuddin yang didalamnya ada Agung Waskito, Wahyudi Nasution, Goetheng MS Fauzi (Iku Ahkin), Seteng Agus Yuniawan, Esmad “Jebeng” Jamaluddin dan lain-lain.Sanggar Shalahuddin inilah yang pertama kali mementaskan Syair karya Emha Ainun Nadjib “Lautan Jilbab” di Jogjakarta yang mendapat sambutan luar biasa dari audiens. Sebuah pentas yang bukan hanya dinikmati oleh kalangan teater saja, tapi justru merambah ke ranah penikmat awam teater yakni kalangan umat Islam.

Teater Dinasti sendiri sudah siap-siap proses “Keajaiban Lek Par” karya Emha Ainun Nadjib, yang khusus untuk mengeksplorasi seni Jemek Supardi. Sayang, saya kurang tahu banyak apakah naskah ini jadi dipentaskan atau tidak.

Dalam perkembangannya, terjadi pergesekan-pergesekan kreatifitas di Patangpuluhan. Agung Waskito dengan Teater Jiwa menulis naskah sendiri “Dajjal” yang akan dibawa ke Makassar, dengan pemain Seteng A Yuniawan, Whani Darmawan, Jebeng, Nina, Labibah Yahya, Otto Sukatno, Aly D Musyrifa dan lain-lain, illustarsi musik Sapto Rahardjo. Sapto Rahardjo banyak dilibatkan pada pentas-pentas sebelum dan sesudahnya dengan berbagai macam teater di lingkaran Patangpuluhan.
Sementara Goetheng, Irfan Mukhlis, Yudi Nasution, Bagus Jeha, Aprinus Salam, Sariroh dan yang lain tetap mengawal Sanggar Shalahuddin.

Agung Waskito agak “gila,” berani sekali di tengah-tengah persiapan “Dajjal” ke Makassar, dalam waktu bersamaan latihan keras untuk pentas hajat besar Muhammadiyah: Muktamar Muhammadiyah di Jogjakarta, menyutradarai karya Emha yang lain “Keluarga Sakinah.” Lakon ini dimainkan oleh Seteng, Jebeng, Bahtiar Ivan Nuri dan lain-lain ditambah siswi-siswi Muallimat Muhammadiyah dengan Teater Aisiyah.

Fadjar Suharno sendiri membina teater yang lain Kelompok Keseratus yang dimotori Syaiful, adik angkatnya Emha.

Kegiatan Dinasti agak mereda, tapi teater yang lain tetap berkarya. Sanggar Shalahuddin mementaskan “Baginda Faruq” karya Emha di Jogja, Teater Jiwa mengangkat lagi “Lautan Jilbab” di Lapangan Willis Madiun yang ditonton 35.000 orang (berdasarkan tiket yang terjual).
Barangkali magma aura Patangpuluhan yang luar biasa, muncul lagi Teater Burdah yang dikomandani mantan mahasiswa Mesir Hamim Ahmad, yang mengangkat perjalanan hidup Syeh Burdah. Burdah sempat pentas di Jogjakarta dan Jakarta.

Luar biasa Patangpuluhan. Goetheng, Seteng, Jebeng, Yudi A Tajuddin, Kiki, Piyel, Whani Darmawan, Knyoot, Bahtiar Ivan Nuri bergabung membentuk teater baru Kelompok Titian. Karya Emha Lautan Jilbab dipentaskan lagi di Go Skate Surabaya atas hajat Universitas Muhammadiyah Surabaya. Santri-santri Khidhir (Perahu Retak) diminta ITS Surabaya pentas di Islamic Center. Santri-santri Khidhir didukung juga aktor Joko Kamto dan illustrasi musik Sapto Rahardjo dibantu Novi Budianto.
*) mohon maaf untuk nama-nama yang tidak disebut, juga mohon ditambah atau dikurangi jika ada hal-hal yang kurang akurat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s